
17.36

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Tiga bulan setelah suaminya meninggal, Enny dijodohkan orang tuanya dengan Yopi, duda kampung sebelah. Meskipun sebetulnya masih berduka, Enny akhirnya setuju kumpul dengan Yopi.
Malam pertama mereka, Enny menunggu di tempat tidur, selimutan. Saat Yopi membuka selimut dia melihat Enny tanpa busana, tanpa bra, tapi mengenakan CD warna hitam. Enny bilang,
"Mas Yopi.. bibirku.. tubuhku.. dadaku.. milikmu sekarang.. tapi… maaf mas.. yang berpakaian hitam dibawah.. dia masih berduka cita.."
Yopi mikir sejenak, trus dia bilang.. "Nggak pa-pa say.. tapi sebentar ya.."

17.35

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Di sebuah bar terjadi perbincangan antara tiga orang pemuda yang masing-masing berasal dari Asia.
Orang Jepang : "Tadi malam saya bercinta dengan istriku sebanyak tiga kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan yang sangat lezat untuk menyenangkan hatiku".
Orang Cina : (Tidak mau kalah) "Tadi malam aku bercinta dengan istriku enam kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan pagi dan berkata bahwa ia tidak akan bisa mencintai pria lain."
Lalu mereka bertanya pada orang Indonesia: "Bagaimana dengan kamu... Paimin?"
Paimin : "Hanya sekali."
"Yang benar saja...," kata orang Cina dan Jepang itu nyaris serempak.
"Iya... hanya sekali," tegas Paimin.
"Lalu apa kata istrimu pada pagi harinya?" tanya mereka.

17.32

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Tono sedang duduk dan curhat sama Budi:
Tono: "Akhirnya aku putus sama Dina..."
Budi: "Lha kamu kenapa putus? Bukannya sudah pernah sepakat mau menikah?"
Tono: "Iya, tetapi batal."
Budi: "Kenapa?"
Tono: "Beda keyakinan..."
Budi: "Beda agama gitu?"

17.56

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Sepasang suami istri yang berusia lanjut, suatu kali mengunjungi kantor pusat untuk bernostalgia tentang suka duka ketika mereka masih aktif bekerja dahulu. Kesempatan bernostalgia ini rupanya dimanfaatkan mereka untuk menikmati sop buntut yang tersohor di kantin dalam kantor pusat tersebut. Kebetulan, ketika itu jam makan siang sehingga banyak pegawai kantor yang santap siang di sana.
Suami istri tersebut lalu masuk antrean untuk memesan sop buntut. Mereka memesan satu porsi sop buntut beserta nasinya dan dua gelas es teh manis serta sebuah piring kosong dan mangkuk. Semua yang melihat mereka heran. Sepasang suami istri ini hanya memesan satu porsi. Bahkan, beberapa pegawai lain iba melihat betapa menderitanya nasib pensiunan ini sehingga untuk makan siang di kantin saja hanya memesan satu porsi. Sang suami lalu membagi nasi menjadi dua bagian, demikian pula sop buntutnya. Satu bagian untuk dirinya dan bagian lainnya diserahkan kepada istrinya. Mulailah mereka makan. Namun, yang makan adalah suami dulu, sementara sang istri dengan tersenyum menunggu dan menatap kekasihnya makan.
Seorang pegawai tiba-tiba bangkit berdiri dan berjalan menuju meja mereka. Dengan rasa iba, pegawai ini menawarkan kepada pasangan suami istri tersebut satu porsi lagi sop buntut gratis, ia yang mentraktir. Dia merasa tidak tahan melihat sepasang suami istri tersebut, sementara ia sendiri hidup berkecupan. Namun, tawaran pegawai ini ditolak secara halus sambil tersenyum oleh pasangan ini dengan menggunakan bahasa isyarat.
Sang suami pun kembali melanjutkan santap siangnya, sementara sang istri hanya menatap sambil tersenyum hingga sop buntut bagiannya menjadi dingin. Setelah beberapa lama, kembali si pegawai yang berkecukupan tadi gelisah melihat tingkah pasangan tersebut. Sang istri ternyata tidak makan, hanya menunggu sang suami makan. Betapa cintanya sang istri kepada suami hingga rela berkorban menunggu sang suami selesai makan.
Kembali pegawai tadi dengan rasa penasaran mendatangi sang ibu dan bertanya, “Ibu, saya melihat Ibu hanya menunggu Bapak makan, sementara Ibu sendiri tidak makan. Kalau boleh tahu, apakah yang ibu tunggu?”.