
17.32

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Tono sedang duduk dan curhat sama Budi:
Tono: "Akhirnya aku putus sama Dina..."
Budi: "Lha kamu kenapa putus? Bukannya sudah pernah sepakat mau menikah?"
Tono: "Iya, tetapi batal."
Budi: "Kenapa?"
Tono: "Beda keyakinan..."
Budi: "Beda agama gitu?"

16.43

admin
, Posted in
bahagia
,
0 Comments
Semua orang ingin bahagia. Karena itu banyak orang yang mencarinya.
Kenapa ? karena kebahagiaan sangat jarang dimiliki oleh orang yang mencarinya hanya untuk diri sendiri.
Jika Anda tidak bisa bahagia di mana Anda berada saat ini, sudah pasti Anda akan tetap tidak bahagia di tempat lain (Charlei “Tremendous” Jones).
Kebahagiaan dan ketidakbahagiaan manusia tergantung pada diri sendiri (Abraham Lincoln).
Ngapain nyari bahagia ? Ciptakan saja !
1. Kebahagiaan bisa kita ciptakan dengan memunculkan keinginan, lalu berusaha mencapainya sampai terwujud secara berkesinambungan (Anonim).
2. Kebahagiaan ada di dalam diri Anda, di dalam cara yang Anda gunakan untuk berpikir (Marcus Aurelius Antonius).
3. Biasakanlah merasakan kebahagiaan hidup dengan jalan mengingat hal-hal yang menimbulkan kebahagiaan (Anonim).

18.17

admin
, Posted in
Renungkanlah
,
0 Comments
Bukan berat Beban yang membuat Kita Stress, Tetapi lamanya Kita memikul beban tersebut. (By Stephen Covey)
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen
Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, Tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." Kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak Ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 Jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya Memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama Saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika Kita membawa beban Kita terus menerus, lambat laun Kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." Lanjut Covey. "Apa yang harus Kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban Kita secara periodik, agar Kita apat lebih segar & mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Jadi kesimpulan yang dapat kita petik dari semua ini adalah .....????

17.52

admin
, Posted in
Novel Online
,
0 Comments
Bagian 1 : Si Petasan Injak
"Mas Ray!"
Petasan injak itu lagi!
"Lho, kok Mas Ray cuek begitu sih?" Kishi menarik kursi ke dekat Ray. "Aku kan nggak pernah dapat B. Selalu C, itu pun setelah belajar sampai jungkir balik."
"Kalau tidak bisa kimia, kenapa nekat masuk Perminyakan?"
"Kalau tidak masuk Perminyakan, tidak akan ketemu Mas Ray kan?" Kishi tersenyum manis.
Gadis ini! gerutu Ray dalam hati. Selalu saja bisa menangkis semua kata-katanya. Ray menoleh. Menatap ke arah Kishi sekilas. Gadis itu bahkan tidak menyadari kalau kehadirannya benar-benar mengganggu konsentrasi Ray.
"Kemari cuma mau lapor hasil ujianmu?"
"Mas Ray keberatan aku datang kemari, ya?" Kishi menatap profil samping Ray. Cowok itu masih saja menatap lurus ke arah kanvasnya.
"Bisa kan menjawab pertanyaan dulu sebelum bertanya balik?" tegur Ray.
Kishi terkekeh. "Habis, Mas Ray nanyanya seperti mau ngusir."
Aku memang mau mengusirmu! geram Ray dalam hati. Setiap Kishi muncul, lukisannya pasti terbengkalai. Tidak pernah selesai. Ada-ada saja permintaan gadis itu. Minta diajari kimia. Mencari buku. Kaset. Nonton bioskop. Segalanya, bahkan sampai makan!
Dan dengan caranya sendiri, Kishi selalu berhasil membuat Ray menuruti keinginannya.
"Mas Ray sudah makan?"
"Sudah."
"Aku belum. Temani aku makan keluar, yuk."
"Aku sedang melukis," tolak Ray.
"Nanti kan bisa diteruskan lagi. Ayo dong, Mas Ray! Tidak kasihan melihatku kelaparan?"

17.56

admin
, Posted in
Lucu Tenan
,
0 Comments
Sepasang suami istri yang berusia lanjut, suatu kali mengunjungi kantor pusat untuk bernostalgia tentang suka duka ketika mereka masih aktif bekerja dahulu. Kesempatan bernostalgia ini rupanya dimanfaatkan mereka untuk menikmati sop buntut yang tersohor di kantin dalam kantor pusat tersebut. Kebetulan, ketika itu jam makan siang sehingga banyak pegawai kantor yang santap siang di sana.
Suami istri tersebut lalu masuk antrean untuk memesan sop buntut. Mereka memesan satu porsi sop buntut beserta nasinya dan dua gelas es teh manis serta sebuah piring kosong dan mangkuk. Semua yang melihat mereka heran. Sepasang suami istri ini hanya memesan satu porsi. Bahkan, beberapa pegawai lain iba melihat betapa menderitanya nasib pensiunan ini sehingga untuk makan siang di kantin saja hanya memesan satu porsi. Sang suami lalu membagi nasi menjadi dua bagian, demikian pula sop buntutnya. Satu bagian untuk dirinya dan bagian lainnya diserahkan kepada istrinya. Mulailah mereka makan. Namun, yang makan adalah suami dulu, sementara sang istri dengan tersenyum menunggu dan menatap kekasihnya makan.
Seorang pegawai tiba-tiba bangkit berdiri dan berjalan menuju meja mereka. Dengan rasa iba, pegawai ini menawarkan kepada pasangan suami istri tersebut satu porsi lagi sop buntut gratis, ia yang mentraktir. Dia merasa tidak tahan melihat sepasang suami istri tersebut, sementara ia sendiri hidup berkecupan. Namun, tawaran pegawai ini ditolak secara halus sambil tersenyum oleh pasangan ini dengan menggunakan bahasa isyarat.
Sang suami pun kembali melanjutkan santap siangnya, sementara sang istri hanya menatap sambil tersenyum hingga sop buntut bagiannya menjadi dingin. Setelah beberapa lama, kembali si pegawai yang berkecukupan tadi gelisah melihat tingkah pasangan tersebut. Sang istri ternyata tidak makan, hanya menunggu sang suami makan. Betapa cintanya sang istri kepada suami hingga rela berkorban menunggu sang suami selesai makan.
Kembali pegawai tadi dengan rasa penasaran mendatangi sang ibu dan bertanya, “Ibu, saya melihat Ibu hanya menunggu Bapak makan, sementara Ibu sendiri tidak makan. Kalau boleh tahu, apakah yang ibu tunggu?”.

01.22

admin
, Posted in
bahagia
,
0 Comments
Kehidupan pernikahan memang berbeda saat Anda masih berpacaran. Saat menikah, Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman hidup Anda. Tanggung jawab yang bertambah, tugas-tugas rumah tangga yang harus dilakukan membuat kini Anda tidak hanya bersenang-senang bersama pasangan. Berbeda dengan saat Anda masih berpacaran yang kemungkinan waktu yang Anda habiskan berdua dilakukan dalam situasi yang menyenangkan seperti makan di restoran bersama, nonton bioskop, jalan-jalan di mal atau berkunjung ke tempat rekreasi.
Agar tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga, Anda harus belajar agar memiliki keahlian-keahlian khusus setelah menikah. Berikut ini beberapa keahlian baru yang wajib Anda miliki setelah menikah.
Keahlian Berkomunikasi
Dua orang yang menikah memiliki latar belakang yang berbeda. Puluhan tahun telah dilalui dengan didikan dan kebiasaan dari masing-masing keluarga yang tidak sama. Kebiasaan atau cara melakukan suatu pekerjaan yang menurut Anda tidak benar masih terbawa oleh pasangan setelah menikah.
Karena merasa kesal, Anda mungkin langsung mengomel dengan nada yang ketus. Kemudian, pasangan Anda yang merasa tidak bersalah, langsung membalas dengan omelan juga. Akhirnya, saling mengomel terjadi dan membuat Anda merasa tidak bahagia dengan pernikahan Anda. Reaksi lainnya adalah Anda diam seribu bahsa, bersungut-sungut dan menyimpan kekesalan dalam hati. Ini juga mengakibatkan hubungan menjadi dingin.
Pemecahan dari masalah ini adalah perlunya komunikasi yang baik. Hal-hal yang mengganjal sebaiknya dibicarakan dengan pasangan agar tidak menumpuk. Namun, tentu saja harus dilakukan komunikasi dengan cara yang baik. Sebaiknya, masalah tidak dibicarakan saat suasana hati masih kesal. Pilihlah waktu yang tepat untuk berbicara, misalnya tidak saat pasangan baru pulang kerja dan dalam keadaan letih.
Berkomunikasi juga mencakup mendengarkan. Maka, sewaktu membicarakan masalah, Anda wajib memberikan waktu bagi pasangan untuk mengutarakan perasaan maupun pendapatnya. Kemudian, Anda dapat menjelaskan kepada pasangan mengapa Anda melakukan tindakan tertentu yang mungkin membuatnya tidak senang.
Keahlian Bersikap Toleran

17.58

admin
, Posted in
bahagia
,
0 Comments
Apakah Anda semua ingin selalu merasa selalu senang? Ada 10 hal yang bisa kita coba dalam me”refresh” semangat hidup agar senantiasa bisa lebih bahagia. Yang harus dilakukan adalah:
1. Lakukan Sesuatu yang Berbeda.
Misalnya, mencoba turun di halte bus yang berbeda, untuk kemudian menempuh sisa perjalanan dengan berjalan kaki. Apa pun yang biasanya Anda lakukan, coba saja menambahkannya dengan sedikit perubahan.
2. Berlibur
Bahkan jika Anda hanya dapat menikmati libur di hari Sabtu atau Minggu, gunakan kesempatan tersebut untuk menikmati suasana yang berbeda. Dengan demikian, mungkin saja Anda, bisa berkenalan dengan orang-orang yang dapat memberikan masukan baru dan lebih segar kepada Anda.
3. Lebih Bertanggungjawab
Apakah Anda lebih sering mempersalahkan keadaan atau orang lain jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan? Jika demikian, ingat: Anda sendiri yang bertanggungjawab atas kehidupan yang Anda jalani. Jadi, cobalah untuk lebih memperbaiki diri sendiri.
4. Umur Hanya Sebentuk Angka
Terlalu banyak memaksakan diri untuk bersikap dewasa hanya akan membuat Anda menjadi semakin tua. Sesekali, pergilah ke taman hiburan untuk mencoba berbagai macam permainan yang tersedia. Tertawa dan bersenang-senanglah sepuasnya.
5. Sisipkan dalam Kegiatan Harian
Catat apa saja yang biasanya Anda lakukan. Tambahkan sesuatu yang menyenangkan pada setiap poinnya. Misalnya, olah raga, musik, dll. Setelah mencobanya, Anda akan tampak lebih muda dan merasa jauh lebih gembira.
6. Buat Orang Lain Merasa Lebih Senang.